|
|||||||
|
|
OBYEK WISATA MUSEUM DI JOGJAKARTA
2008-12-30 11:22:47
WISATA DI JOGJA ?
Jika anda ingin berwisata di Jogja anda dapat memilih obyek wisata yang anda sukai. Yunika T & T mencoba memahami keinginan konsument, kami akan membantu membuat program wisata anda sesuai keinginan anda ( obyek, bugjet, dan lama kunjungan ) , tentu saja kami tetap berkomitment menyajikan pelayanan dan service yang terbaik ? Kirimkan email anda ke kami atau via ym online kami . Tempat / obyek wisata di Jogja dapat di lihat di data tempat wisata kami.
MUSEUM
MUSEUM SONOBUDOYO
Alamat : alun-alun utara

Deskripsi :
JAVA Institut merupakan embrio dari keberadaan Museum Negeri Sonobudoyo. Yakni, sebuah organisasi yang mendalami tentang kebudayaan Jawa dimana anggotanya terdiri dari orang-orang kulit putih dan
Sampai saat ini, Museum Sonobudoyo memiliki 42.698 koleksi yang terdiri dari 10 kategori, yakni koleksi geologika, biologi, etnografi, arkeologika, historika, numismatika, filologika, keramologi, seni rupa dan teknologika. Selain ruang pamer sebagai tempat memajang benda-benda koleksi, Museum Sonobudoyo juga dilengkapi dengan auditorium, storage koleksi, perpustakaan, laboratorum, preparasi, kantor dan fasilitas umum.
Manapakkan kaki memasuki pendapa museum, yang merupakan bangunan tertua di kompleks museum, akan dijumpai 3 perangkat gamelan. Seperangkat gamelan kuno Kyai Mega Mendhung dari Kraton Kasepuhan Cirebon menempati sisi barat, sedang 2 perangkat gamelan slendro pelog Kyai dan Nyai Riris Manis (dibuat pada masa Sri Sultan HB VI, -Red) yang bergya mataram berada di sisi timur.
Dari pendapa melewati pringgitan sampailah di ruang dalam yang berfungsi sebagai ruang pengenalan, dimana terdapat sebuah pasren atau krobongan berikut kelengkapannya, sebagai perangkat untuk upacara pemujaan Dewi Sri atau Dewi Padi yang telah memberikan kemakmuran.
Di ruang pengenalan ini terdapat koleksi Wayang Kulit Purwa, koleksi ukir kayu motif Cirebon, Genta besar dari Candi Kalasan, miniature Kereta Kuda, koleksi topeng kayu gaya Jogja, kain batik gaya Jogja dan kain kampuh. Ruang Pengenalan ini berfungsi untuk memperkenalkan berbagai jenis koleksi, sebelum mencermati koleksi-koleksi yang di pajang di ruang pamer berikutnya.
Meninggalkan Ruang Pengenalan, selanjutnya menuju Ruang Pra Sejarah yang menyajikan benda-benda peninggalan jaman pra sejarah yang menggambarkan cara hidup seperti berburu, mengumpulkan dan meramu makanan, cocok tanam dan aktivitas ritual manusia purba.
Ruang Klasik dan Peninggalan Islam adalah ruang pamer berikutnya. Di ruang ini terdapat koleksi bersejarah peninggalan jaman Hindu-Budha sampai ke masa kerajaan Islam, yang menggambarkan system kemsyarakatan, bahasa, religi, kesenian, ilmu pengetahuan, peralatan hidup dan system mata pencaharian.
Meninggalkan Ruang Klasik dan Peninggalan Islam menuju ke Ruang Batik. Melihat koleksi yang dipamerkan di Ruang Batik, dapat dlihat bagaimana cara pembuatan, bahan, peralatan serta beragam fungsi batik yang dilengkapi dengan dokumentasi foto.
Setelah Ruang Batik, koleksi selanjutnya dapat dilihat di Ruang Wayang. Di ruang ini dapat diketahui beragam misi pertunjukan wayang yang tidak melulu memainkan lakon Mahabarata dan Ramayana. Wayang dengan menyesuaikan situsi dan kondisi mampu dikemas dengan mengangkat lakon-lakon yang lebih akrab dengan lingkungan dan kehidupan masyarakat pendukungnya, atau dengan penampilan misi-misi tertentu.
Ruang Topeng menjadi tempat memajang koleksi berikutnya. Di ruangan ini, dengan melihat koleksi topeng yang ada dapat ditelusuri perkembangannya yang diringi oleh perkembangan nilai-nilai budaya yang melingkupinya baik sebagai perangkat upacara, pertunjukan atau hanya seni rupa semata.
Ruang Jawa Tengah dipenuhi dengan koleksi berupa hasil kerajinan kayu, perak dan logam serta berbagai sarana perlengkapan upacara daur hidup secara lengkap sebagai bagian dari tradisi masyarakat Jawa Tengah.
Selepas Ruang Jawa Tengah adalah Ruang Bali yang terbagi dalam 3 ruang. Sebagaimana cirri khas kehidupan masyarakat
Yang tak kalah menarik dari koleksi peninggalan sejarah yang dimiliki Museum Sonobudoyo adalah koleksi emas yang terpampang dengan megahnya di Ruang Emas. Keaneka ragaman bentuk dan jumlah koleksinya menjadi daya tarik tersendiri. Koleksi yang dipajang tak hanya emas sebagai perhiasan, seperti gelang, cincin, kalung dan sebagainya, tetapi juga terdapat beberapa patung dewa-dewi, topeng, senjata, mata uang sampai yang masih berupa lempengan.
WAYANG KEKAYON

Alamat : Jl Yogya Wonosari km 7 no. 277,Bantul,
Deskripsi :
Inspirasi pendirian Museum Kekayon didapatkan oleh pendiri museum, Prof.DR.Dr. KRT Soejono Prawirohadikusumo, DAS. DAJ., di Rijksmuseum Amsterdam pada tahun 1966 – 1967 (ketika itu beliau sedang menyelesaikan pendidikan S2 Social Psychiatrie di Groningen
MUSEUM BIOLOGI

Alamat : jl. Sultan Agung 22
Deskripsi :
Terletak di Jalan Sultan Agung no.22
MUSEUM JOGJA KEMBALI

Alamat : Jl.Ringroad Utara, Jongkang, Sariharjo,
Deskripsi :
Untuk mengenang peristiwa sejarah perjuangan bangsa, pada tanggal 29 Juni 1985 dibangun Monumen Yogya Kembali (Monjali). Peletakkan batu pertama monumen setinggi 31,8 meter dilakukan oleh HB IX setelah melakukan upacara tradisional penanaman kepala kerbau. Empat tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 6 Juli 1989,
bangunan ini selesai dibangun. Pembukaannya diresmikan oleh Presiden Suharto dengan penandatanganan Prasasti.
Monumen yang terletak di Dusun Jongkang, Kelurahan Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kapubaten Sleman ini berbentuk gunung, yang menjadi perlambang kesuburan juga mempunyai makna melestarikan budaya nenek moyang pra sejarah. Peletakan bangunanpun mengikuti budaya Jogja, terletak pada sumbu imajiner yang menghubungkan Merapi, Tugu, Kraton, Panggung Krapyak dan Parang Tritis.
Museum sekaligus monumen ini terletak dijalan
MUSEUM NYOMAN GUNARSA

Alamat : Jl. Wulung 43, Papringan, Caturtunggal,
Deskripsi :
Museum yang mengoleksi kurang lebih 200 lukisan kontemporer karya pelukis nasional ini terletak 1 km dari musium affandi. dibuka setiap hari jm 09.00 s.d 15.00 WIB kecuali minggu jam 08.00 - 13.00 WIB
MUSEUM/MONUMEN PAHLAWAN PANCASILA
Alamat : kompleks 403 Kentungan
Deskripsi :
Museum Monumen Pahlawan Pancasila terletak di kopleks Batalyon 403 Kentungan Sleman (dahulu Batalyon L) di tepi sebelah selatan. Di tempat ini pada tahun 1965 telah terjadi peristiwa pembunuhan terhadap dua orang pahlawan revolusi yaitu Brigadir Jenderal Anumerta Katamso dan Kolonel Anumerta Sugiyono. Tujuan didirikannya Museum Monumen Pahlawan Pancasila Kentungan untuk mengenang terjadinya peristiwa pembunuhan terhadap dua orang pahlawan revolusi dan dapat dijadikan sarana efektif dalam memberikan informasi yang mudah dihayati oleh semua pihak tentang bukti-bukti sejarah kekejaman G30S/PKI tahun 1965 di Daerah Istimewa
Bangunan Monumen Pahlawan Pancasila bercorak arsitektur rumah tradisional Jawa (joglo). Di halaman bagian dalam terdapat dua patung pahlawan revolusi Kolonel Infanteri Katamso ketika menjabat sebagai Danrem 072/ Pamungkas dan patung pada sisi barat merupakan penggambaran Letnan Kolonel Infanteri Sugiyono ketika menjabat Kasrem 072/ Pamungkas. Di dalam bangunan ini terdapat lubang tempat dikuburnya dua jenasah pahlawan revolusi tersebut. Di sebelah selatan lubang terdapat patung Garuda Pancasila yang diletakkan di atas selasar menghadap ke utara yang merupakan lambang perjuangan.
Koleksi Museum Monumen Pahlawan Pancasila berupa benda-benda realita dan peralatan-peralatan yang berkenaan dengan peristiwa penculikan kedua pahlawan revolusi. Koleksi yang menjadi unggulan adalah dua buah panser replika kendaraan angkutan pada waktu pemakaman jenasah dua orang pahlawan revolusi ke Taman Makam Pahlawan Kusumanegara. Koleksi unggulan lainnya berupa mobil Gaz yang dipakai untuk menculik kedua pahlawan tersebut.
MUSEUM AFFANDI
Alamat : Tepi sungai Gajah wong, Jl.Adi Sucipto 1
Deskripsi :
Museum ini mengoleksi lukisan karya Almarhun Affandi yang merupakan salah satu pelukis yogyakarta yang telah mendunia.Terletak di tepi sungai gajah Wong. Musium ini dibula setiap hari jam 09,00 - 13,00 WIB
MUSEUM GEOTHERMAL UPN
Alamat : Jl. Babarsari 2 Tambakbayan,
Deskripsi :
Museum ini khusus menampilkan benda yang berhubungan dengan ilmu geologi. Museum Geoteknologi Mineral merupakan museum khusus tentang pengetahuan kebumian yang meliputi bidang geologi pertambangan dan perminyakan di
MUSEUM DIRGANTARA MANDALA
Alamat : Kompleks Lanud Adi Sucipto.
Deskripsi :
Museum ini terletak di ujung utara Kabupaten Bantul perbatasan dengan Kabupaten Sleman tepatnya di komplek Pangkalan Udara TNI-AU Adisucipto Yogyakarta. Museum ini banyak menampilkan sejarah kedirgantaraan bangsa
Keberadaan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala berdasarkan atas gagasan dari Pimpinan TNI AU untuk mengabadikan dan mendokumentasikan segala kegiatan dan peristiwa bersejarah di lingkungan TNI AU. Hal tersebut telah lama dituangkan dalam Keputusan Menteri/ Panglima Angkatan Udara No. 491, tanggal 6 Agustus 1960 tentang Dokumen dan Museum Angkatan Udara. Setelah mengalami proses yang lama, pada tanggal 21 April 1967, gagasan itu dapat diwujudkan dan organisasinya berada di bawah Pembinaan Asisten Direktorat Budaya dan Sejarah Menteri Panglima Angkatan Udara di Jakarta. Berdasarkan Instruksi Menteri/ Panglima Angkatan Udara Nomor 2 tahun 1967, tanggal 30 Juli 1967 tentang peningkatan kegiatan bidang sejarah, budaya, dan museum , maka Museum Angkatan Udara mulai berkembang dengan pesat.
Berkat perhatian yang besar, baik dari Panglima Angkatan Udara maupun Panglima Komando Wilayah Udara V (Pang Kowilu V), pada tanggal 4 April 1969 Museum Pusat TNI AU yang berlokasi di Markas Komando Udara V, di Jalan Tanah Abang Bukit Jakarta, diresmikan oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Roesmin Noerjadin. Berdasarkan berbagai pertimbangan bahwa kota Yogyakarta pada periode 1945-1949 mempunyai peranan penting dalam sejarah, yaitu tempat lahirnya TNI AU dan pusat kegiatan TNI AU, serta merupakan kawah Candradimuka bagi Kadet Penerbang/ Taruna Akademi Angkatan Udara. Berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor Kep/11/IV/1978, museum yang semula berkedudukan di
Perkembangan selanjutnya, museum itu tidak dapat menampung lagi koleksi alutsista yang ada karena lokasinya yang sukar dijangkau oleh umum dan kendaraan. Oleh karena itu, Pimpinan TNI AU memutuskan untuk memindahkannya ke gedung bekas pabrik gula di Wonocatur Lanud Adisucipto. Sebelum pemindahan dilakukan gedung itu direhabilitasi untuk dijadikan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Pada tanggal 17 Desember 1982, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi menandatangani prasasti sebagai bukti dimulainya rehabilitasi gedung itu. Penggunaan dan pembangunan kembali gedung bekas pabrik gula itu diperkuat dengan Surat Perintah Kepala Staf TNI AU Nomor Sprin/05/IV/1984, tanggal 11 April 1984. Dalam rangka memperingati Hari Bhakti TNI AU, tanggal 29 Juli 1984, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Sukardi meresmikan gedung yang sudah direhabilitasi itu sebagai gedung Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.
Lokasi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala itu berada di Pangkalan Udara Adisucipto, di bawah Sub Dinas Sejarah, Dinas Perawatan Personel TNI AU,
MUSEUM SASMITALOKA SUDIRMAN
Alamat : jl. bintaran wetan 3
Deskripsi :
Kisah peruangan heroik Panglima besar sudirman dapat kita saksikan saat ini melalui Sasmitaloka Sudirman di Jl Bintaran No 3,
DEWANTARA KIRTI GRIYA
Alamat : Jl. Tamansiswa No. 31
Deskripsi :
Ki Hadjar Dewantara sekeluarga bertempat tinggal di rumah Jl. Tamansiswa (dulu Gevangenis Laan) 31
Bangunan didirikan pada tahun 1925 dengan
Dewantara Kirti Griya adalah rumah bekas kediaman Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa. Dalam konsep pendidikan beliau, lingkungan sekolah harus memilih suasana kekeluargaan dan oleh karenanya beliau menghendaki untuk bertempat tinggal di dalan lingkungan perguruan yang didirikannya. Suasana kekeluargaan yangn hangat ini hingga kini masih terasa dan dapat dihayati oleh para pengunjung kompleks ini. System pendidikan Nasional Taman Siswa menggunakan pendekatan budaya dan oleh karenanya tidaklah mengherankan bilamana dalam kompleks ini terdapat pendopo yang indah, yang dipergunakan untuk kegiatan latihan tari dan karawitan para siswa.
MUSEUM BATIK
Alamat : Jl. Dr. Sutomo 14 A
Deskripsi :
Berdiri sejak 12 Mei 1979, Museum Batik Yogyakarta merupakan salah satu museum batik yang mempunyai koleksi terlengkap dari berbagai daerah, Jogja, Solo, hingga Pesisir. Mulai koleksi batik yang berumur sangat tua sampai batik yang pembuatannya diolah secara modern. Beberapa koleksinya adalah Kain Panjang Soga Jawa (1950-1960), Kain Panjang Soga Ergan Lama (th tidak tercatat). Sarung Isen-isen Antik (1880-1890), Sarung Isen-isen Antik (kelengan) (1880-1890) dan Sarung Panjang Soga Jawa (1920-1930).
Meski koleksinya tak sebanyak koleksi batik, koleksi sulaman tetap menarik juga untuk diamati. Di Museum Batik Yogyakarta, ada penawaran menarik lainnya bagi pengunjung. Mereka yang ingin belajar membatik bisa mewujudkan keinginannya itu. Pihak museum menyediakan jasa untuk kursus membatik. Per paket dikenai biaya Rp 250.000,- untuk 5 kali pertemuan. Sedangkan untuk per jamnya dikenakan biaya Rp 25.000,-. Enaknya lagi, jadwal kursus bisa disesuaikan oleh keinginan pengunjung, asal menurut jam kerja dari museum ini. Selain itu, bagi pengunjung yang ingin tertarik untuk memiliki beberapa koleksi yang ada di museum ini. Disediakan pula beberapa koleksi yang siap dibawa pulang. Untuk melihat keselurahan koleksi, pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 15.000,-. Bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke Jogja, atau masyarakat Jogja sendiri, museum ini bisa menjadi alternatif untuk berlibur.
MUSEUM ULLEN SENTANU
Alamat : Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman
Deskripsi :
Museum Ullen Sentalu diambil dari Ullen Sentalu yang merupakan sebuah akronim dari "Ulating Blencong Sejatine Tataning Lumaku" yang berarti Nyala pelita sebagai Petunjuk Manusia dalam Melangkah Meniti Kehidupan. Filosofi ini diambil dari lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit, yaitu blencong. Blencong ini merupakan cahaya yang selau bergerak dalam pertunjukan wayang, diibaratkan sebagai mentari yang menyinari jagat raya, dan manusia harus bergerak untuk menjalani kehidupan. Dirintis pada tahun 1994 dan baru diresmikan pada tahun 1997, bangunan Ullen Sentalu memiliki arsitektur yang indah dan berkonsep selaras dengan alam. Pendirinya keluarga Haryono yang memiliki keprihatinan pada batik kuno yang banyak diburu oleh kolektor asing.
Sambutan positif datang dari kerabat - kerabat Kraton Dinasti Mataram, bahkan mereka bersedia menjadi pelindung yayasan, antara lain : Sri Paduka Paku Alam VIII (Pengageng Pura Paku Alaman 1937 – 1998), Sunan Paku Buwono XII (Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat 1945 – 2004), Gusti Kanjeng Ratu Alit KGPH Poeger (Paman Sri Sultan HB X Raja Ngayogyakarta Hadiningrat 1989 – sekarang), dan GRAy Nurul Kusumawardhani (Putri Permaisuri Sri Mangkunegara VII). Mereka pun banyak menghibahkan benda-benda pribadi berupa kain batik, aksesoris, foto, naskah dan cerita-cerita tentang kehidupan di dalam Keraton.
Terbagi menjadi dua bangunan utama, Ullen sentalu mengajak pengunjung menikmati wisata museum dengan cara berbeda. Bangunan pertama, yaitu : Guwa Selo Giri (bangunan bawah tanah). Guwa Selo Giri merupakan sebuah ruangan bawah tanah yang berupa lorong panjang di bawah tanah yang memiliki arsitektur bergaya Jawa - Eropa dan mirip perpaduan sumur Gumuling Tamansari dengan
Aroma bunga saat memasuki ruangan, membawa pengunjung kembali ke jaman kerajaan Jawa Klasik.
Bangunan kedua Kampung Kambang (kompleks bangunan di atas kolam air), terdiri atas bagian bangunan Bale Sekar Kedaton, Pendapa Pengantin Gaya Yogya, Ruang Batik Gaya Yogya dan Surakarta, Ruang Batik Pesisiran dan Ruang Putri Dambaan.
MUSEUM PERJUANGAN
Alamat : l. Kolonel Sigiono No. 24
Deskripsi :
Bagi mereka yang menyukai sejarah, terutama sejarah perjuangan bangsa
MUSEUM DARMA WIRATAMA
Alamat : Jl. Jenderal Sudirman No. 75 Gondokusumo
Deskripsi :
Museum Dharma Wiratama terdapat di jalan Jenderal Sudirman 75 Yogyakarta. Museum ini milik Angkatan Darat yang lebih merekam kisah perjuangan sesudah
MUSEUM KERETA KERATON
Alamat : Musikanan, Kraton
Deskripsi :
Kereta-kereta milik Kraton Yogyakarta tersimpan di museum ini. Diantaranya adalah Kyai Garuda Yeksa yang biasa dipergunakan untuk acara kirab selain itu Kyai Jaladra dipakai Sultan untuk tugas keliling desa dan Kyai Kanjeng Jimat digunakan untuk Garebeg atau menjemput tamu khusus
MUSEUM KAYU WANAGAMA
Alamat : Desa Bunder, Kec. Playen, Gunungkidul(Jl. Jogja-Wonosari Km 30)
Deskripsi :
Terletak di kawasan hutan Wanagama, Museum Wanagama memiliki berbagai barang kuno antik dan langka dalam bermacam - macam jenis maupun ukuran. Barang - barang itu berupa peralatan dan benda - benda yang terbuat dari kayu dan sudah sangat tua umurnya.Bangunan Museum Kayu Wanagama berbentuk rumah panggung. Bahan material bangunan dari tanah hingga lantai merupakan konstruksi beton, lantai dan dinding dari bahan kayu, sedang atap dari genteng tanah. Koleksi museum antara lain : meja lurah dari Jepara, Arca Gupolo dari kayu sengon, meja dan kursi mantan Menteri Kehutanan RI Ir. Sudjarwo, gebyok kayu jati berukir khas Jepara, fosil kayu jati yang berumur ratusan tahun, serta aneka macam barang kerajinan kayu dari berbagai daerah di Indonesia.

| < | 05 Sep 2010 | > | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| S | M | T | W | T | F | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | ||

.