|
|||||||
|
|
OBYEK WISATA CANDI DI JOGJAKARTA
2008-12-30 13:03:24
WISATA DI JOGJA ?
Jika anda ingin berwisata di Jogja anda dapat memilih obyek wisata yang anda sukai. Yunika T & T mencoba memahami keinginan konsument, kami akan membantu membuat program wisata anda sesuai keinginan anda ( obyek, bugjet, dan lama kunjungan ) , tentu saja kami tetap berkomitment menyajikan pelayanan dan service yang terbaik ? Kirimkan email anda ke kami atau via ym online kami . Tempat / obyek wisata di Jogja dapat di lihat di data tempat wisata kami.
WISATA CANDI
CANDI PRAMBANAN

Alamat : Bokoharjo, Prambanan
Deskripsi :
Candi Prambanan dibangun pada perkembangan abad 9 dan 50 tahun setelah pembangunan Candi Borobudur. Diyakini pula pembangunan Candi ini atas perintah Rakai Pikatan dari kerajaan hindu Mataram yang menikahi Pramodhawardhani, putri Raja Syailendra yang beragama Buddha -Mahayana yang memerintahkan pembangunan
Ketiganya melambangkan ajaran hindu yang dikenal dengan sebutan Trimurti, yakni Dewa Brahma yang pencipta, Dewa Wisnu sebagai sang pemelihara, dan Dewa Syiwa sebagai perusak. Bilik utama Candi induk ditempati Dewa Syiwa sebagai Mahadewa, sehingga banyak yang menyimpulkan bahwa candi Prambanan meruapakan Candi Syiwa. Sedang Candi Brahma dan Candi Wisnu hanya memiliki bilik satu buah yang ditempati oleh patung dewa yang bersangkutan. Seperti halnya Candi-candi lainnya, candi Prambanan pun memiliki berbagai relief. Candi Syiwa atau sering disebut candi induk dihiasi dengan relief Ramayana.
Kisah Ramayana ini bisa dinikmati bilamana kita berparadaksana, yakni berjalan mengelilingi Candi dengan pusat candi selalu disebelah kanan kita melalui lorong candi. Cerita itu berlanjut pada pagar langkan Candi Brahma yang terletak disebelah kiri atau sebelah selatan candi induk. Sedang pada pagar langakan candi Wisnu yang terletak di sebelah kanan atau utara candi induk, terpahat relief Kresnadwipayana yang menceritakan masa kecil Prabu Kresna sebagai penjelmaan Dewa Wisnu dalam membasmi keangkaramurkaan yang hendak melanda dunia. Dihadapan ketiga candi Trimurti ini terdapat tiga candi wahana atau kendaraan ketiga dewa tersebut. Didepan candi Syiwa berisi patung seekor lembu bernama Nandi menjadi kendaraan Syiwa.
Lalu, patung angsa sebagai kendaraan Dewa Brahma dan patung burung Garuda sebagai kendaraan Dewa wisnu. Enam candi itu saling berhadapan menjadi dua kelompok dalam sebuah halaman berbentuk bujur sangkar dengan masing-masing panjang sisinya sekitar 110 m. selain enam candi itu masih ditemukan candi lain, yakni dua buah candi pengapit berketinggian 16 m yang saling berhadapan. Satu ada di utara dan satunya ada disebelah selatan, serta empat buah candi kelir dan enam buah candi sudut.
CANDI IJO
Dibangun pada abad ke-9 saat zaman Kerajaan Mataram Kuno diatas sebuah bukit yang dikenal Bukit Hijau (Gumuk Ijo) dengan ketinggiannya ± 410 m di atas permukaan laut, Candi Ijo adalah candi Hindu yang letaknya paling tinggi di antara candi-candi lain di Yogyakarta. Selain bangunan candi, kita bisa menikmati pemandangan alam yang berada dibawahnya
CANDI SOJIWAN

Alamat : Dusun Sojiwan, Kebondalem Kidul, Prambanan
Deskripsi :
Candi Sojiwan terletak 2 Km dari Candi Roro Jonggrang ke arah selatan, tepatnya di Desa Kebon Dalem Kidul, kecamatan Prambanan, kabupaten Klaten, Jawa Tengah dan saat ini dalam tahap renovasi. Candi yang merupakan candi Buddha dan dibangun bersamaan dengan candi plaosan ini, dibangun antara tahun 842 dan 850 Masehi masa Kerajaan Mataram Kuno dibawah pemerintahan Dinasti Syailendra. Kolonel Colin Mackenzie (anak buah Raffles) tahun 1813 menemukannya pada saat tengah meneliti peninggalan kuno di sekitar daerah Prambanan dan menemukan sisa - sisa tembok yang mengelilingi candi.Candi Sojiwan memiliki sebuah candi induk yang menghadap ke barat dan beberapa buah candi perwara (pendamping). Badan candi berbentuk segi empat dan terdapat sebuah kamar didalamnya. Selasar atau teras mengelilingi badan candi dan berada di atas dasar (kaki) candi. Pintu candi menjorok ke depan dilengkapi tangga bersayap dan pada ujungnya terdapat relief Kalamakara. Relief terdapat di kanan dan kiri tangga, serta pada dasar dan pintu candi. Pada sudut candi terdapat relief Simbar, dan Jaladwara (saluran air). Reruntuhan candi perwara berukuran kecil terdapat di depan candi induk. Bangunan besar yang terbuat dari balok batu andesit berukuran cukup tinggi, yang diduga sebagai bekas vihara terdapat pada sebelah kanan candi induk.
Cerita Pancatantra atau Jataka dari
CANDI KEBLAK
Alamat : Dusun Marangam, Bokoharjo, Prambanan, Sleman
Deskripsi :
Pasa situs sejarah ini ditemukan : Yoni, Batu Candi 17 buah, dan Kemuncak. Kerusakan cukup parah pada candi keblak, menyisakan fragmen candi yang letaknya terpisah - pisah dan sangat memprihatinkan. Bahkan beberapa artefak berada di pekarangan penduduk, di tepi saluran irigasi pertanian, dll. Sebuah lapik arca terbuat dari batu andesit merupakan salah satu artefak yang masih kelihatan utuh, memiliki ukuran tinggi 85 cm, lebar atas 118 Cm x 118 Cm dan lebar bawah 120 Cm x 120 Cm. Ukiran berupa motif bunga tanaman dan bunga yang distilir menghiasi permukaan lapik.
CANDI KEDULAN

Alamat : Tirtomartani, Kalasan
Deskripsi :
Dikelilingi oleh sawah dan ladang serta berjarak sekitar 300 meter dari rumah penduduk, candi kedulan mempunyai tipe seperti candi sambisari. Candi Kedulan bersifat agama Hindu dan didirikan sekitar abad IX M (791 Saka). Terpendam sedalam 7 meter yang kemudian ditemukan oleh penambang, candi kedulan memiliki arsitektur yang mirip dengan Candi Sambisari tetapi dengan seni hias yang lebih kaya. Sedangkan hiasannya mendekati hiasan Candi Ijo dan Candi Barong. Terdiri dari 1 candi induk dan 3 candi perwara (pendamping), candi kedulan memiliki relief naga yang menghiasi bilik utama candi induk tepatnya dibawah yoni.
Lingga dan yoni sendiri merupakan komponen pengisi candi. Kesulitan saat menyusun kembali candi kedulan, membuat para pekerja seolah - olah menyusun sebuah puzzle raksasa. Candi induk memiliki tinggi 8 meter dan terbagi menjadi tiga, yaitu : kaki, tubuh dan atap. Terdapat beberapa relung yang berisi arca Ganesha (anak Dewa Siwa), Agastya, Durga (isteri Dewa Siwa), Nandaka dan Nandiswara (kendaraan Dewi Durga), dan selasar sempit yang hanya bisa dimasuki beberapa orang, bagian tubuh candi memiliki tinggi 2,4 meter dengan 10 lapis batu. Sedangkan atapnya terdiri atas 13 lapis batu andesit.
CANDI PLAOSAN

Alamat : Dukuh Plaosan, Ds. Bugisan, Prambanan, Klaten
Deskripsi :
Candi Plaosan dibangun pada pertengahan abad ke-9 dibangun oleh Pramodawardhani (isteri Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu Syiwa) dari Dinasti Sailendra dan merupakan Candi Budha. Terletak 1 Km dari Candi Sewu yang berada di kompleks Candi Prambanan tepatnya di Dukuh Plaosan Desa Bugisan Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Candi Plaosan memiliki dua candi induk yang arsitekturnya tidak kalah dari candi - candi yang terdapat disekitar Candi Prambanan. Candi Plaosan terbagi menjadi 2 kompleks candi, yaitu :
Candi Plaosan Lor (Utara). Lebih dikenal karena megah dan berada di dalam kompleks percandian yang luas dan dikelilingi candi perwara dan stupa perwara yang merupakan ratusan candi - candi kecil yang berdiri dalam deretan depan, belakang dan samping candi induk. sayangnya, keberadaan Stupa dan Candi Perwara saat ini hanya tinggal puing - puing dan menyisakan pondasi yang menjadi saksi pada kehebatan masa itu. Hanya beberapa candi dan stupa yang masih utuh itupun setelah diperbaiki. Dua candi induk yang terdapat di Candi Plaosan Lor memiliki tinggi 21 meter, berdiri di sebelah utara dan selatan secara berdampingan dan dipisahkan oleh pagar batu sepanjang 50 meter dan lebar 14 meter dengan jarak 40 meter antara keduanya. Gambar Bodhisattva, Kinnara dan beberapa dewa perempuan terdapat di tembok dan di setiap sudut pagar terdapat candi sudut. Relief yang menggambarkan tentang laki - laki dan candi yang lain tentang wanita, terletak di sebelah selatan. Candi induk terdiri dari kaki, tubuh (masing - masingnya terdapat 6 ruangan yaitu tiga di atas dan 3 di bawah) dan atap. Dua arca Dwarapala yang masing - masing dalam posisi duduk diatas batu saling berhadapan dan segaris dengan pintu masuk ke candi induk utara dan selatan berada di sebelah barat stupa dan candi perwara. Keduanya seperti penjaga candi yang menyeramkan dengan ular di tangannya dan belati yang terselip dibelakang pinggang.
Candi Plaosan Kidul (Selatan). Tidak semegah jika dibandingkan dengan candi plaosan lor, candi plaosan kidul berada di perkompleksan candi yang lebih kecil dan terdiri dari beberapa candi kecil dengan kondisi rusak. Di kompleks itu, tinggi candi sekitar 5 meter dan terdapat reruntuhan batu andesit. Prasasti pendek yang memuat gelar dan nama tokoh - tokoh ditemukan di beberapa stupa dan candi perwara. Selain itu, prasasti dari emas dan perak juga ditemukan dan berisi mantra untuk memuja dewa.
Sebelumnya, candi plaosan hanya berupa tumpukan batu. Kemudian pada tahun 1953 candi plaosan sempat dipugar sehingga terbentuk dua candi megah seperti saat ini. Pemugaran candi utama Selatan (Kidul) selesai tahun 1960, sedangkan candi utama Utara (Lor) selesai pada tahun 1997
ARCA GUPOLO
Alamat : Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman
Deskripsi :
Situs Arca Gupolo yang masih berciri agama Hindu ini terletak di dekat candi Ijo dan candi Barong, tepatnya di Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman,
Meskipun bentuknya sudah tidak begitu jelas, Trisula yang merupakan lambang Dewa Siwa masih kelihatan jelas. Selain itu dekorasi pakaian dengan motif bunga - bunga yang menghiasinya juga masih kelihatan meskipun sudah agak pudar. Untuk arca yang kedua, merupakan Agastya yang berwujud Siwa dalam posisi duduk. Detil bentuk motif dan relief pendukungnya sudah tidak berbentuk lagi. Sedangkan arca yang lain berukuran kecil dan kondisinya sudah sangat parah dan tidak berbentuk. Letaknya pun di sekitar kedua arca besar dalam keadaan berserakan.
Satu - satunya sumber mata air yang ada dipergunakan oleh penduduk setempat untuk keperluan sehari - hari. Bentuknya berupa sebuah sumur yang airnya tidak akan kering meskipun pada musim kemarau panjang. Pengunjung yang hendak ke Arca Gupolo ini diharapkan berhati - hati karena jalan untuk mencapai tempat situs ini berada berupa bebatuan cadas berwarna putih yang terkadang licin.
Lokasi Arca Gupolo yang terletak diantara rimbunan pepohonan membuat situs area tersebut teduh dan nyaman. Tetapi hal ini tidak didukung oleh adanya sampah - sampah yang berserakan disekitar arca yang ditinggalkan penduduk setelah menggunakan air di sumur yang letaknya di dekat situs Arca Gupolo tersebut
CANDI SAMBISARI

Alamat : Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman
Deskripsi :
Terletak di antara areal sawah dan rumah penduduk, Candi Sambisari dapat ditempuh dengan kendaraan umum maupun pribadi. Ditemukan oleh Karyoinangun seorang petani pada tahun 1966, Balai Arkeologi Yogyakarta mulai melakukan penelitian dan penggalian candi. Pada Juli 1966, daerah tersebut dinyatakan sebagai daerah suaka budaya dan mulai menyusun kembali reruntuhan kompleks candi. Selesai pada tahun 1987, candi sambisari yang juga disebut candi bawah tanah berada dalam posisi kedalaman 6,5 meter dan merupakan candi Hindu dari abad ke-10 yang dibangun oleh Raja dari Dinasti Sanjaya, pada bilik utama terdapat patung Shiwa sebagai Mahaguru. Ditemukannya perhiasan, tembikar, dan prasasti lempengan emas, diperkirakan candi sambisari dibangun pada tahun812 - 838 M saat pemerintahan Raja Rakai Garung dari Kerajaan Mataram Hindu (Mataram Kuno). Pintu masuk ke dalam kompleks candi Sambisari terdapat pada empat sisi bujur sangkar dengan menuruni tangga batu. Pintu masuk candi menghadap ke barat. Tangga masuk dilengkapi dengan sayap yang ujungnya terdapat relief Makara yang disangga oleh dua belah tangan makhluk kate. Candi ini tidak memiliki pilar penyangga, sehingga bagian dasarnya sekaligus berfungsi sebagai pilar penyangga candi. Di bagian ini terdapat selasar yang mengelilingi badan candi, dan memiliki 12 anak tangga.
Bangunan candi utama yang terbesar memiliki ketinggian 7,5 meter dan berbentuk bujur sangkar yang berukuran 15,65 x 13,65m pada bagian bawah candinya, sedang badan candi berukuran 5 x5m. Pada bagian luar badan candi terdapat relung-relung untuk menaruh patung. Saat ini yang masih ada adalah patung Durga di sebelah utara, patung Ganesha di sisi timur, dan patung Agastya di bagian selatan. Dua relung lain yang ada di kanan dan kiri pintu, untuk patung dewa penjaga pintu, yaitu Mahakala dan Nadisywara (keduanya sudah tidak ada ditempatnya). Sedangkan pada bilik di dalam badan candi terdapat patung Yoni dan Lingga berukuran besar. Selain candi induk tersebut, di depan candi ada 3 buah candi perwara atau candi pendamping. Ukuran dasarnya 4,8 m x 4,8 m, dengan tinggi 5 meter. Namun candi-candi perwara itu belum dipugar sempurna. Sedangkan di seputar candi terdapat pagar tembok batu putih berukuran 50 m x 48 m. Saat ini saluran pembuangan air telah selesai dibangun, sehingga selama musim hujan candi tidak terbenam air.
CANDI SAMBISARI terletak di desa Sambisari Kelurahan Purwomartani, lebih kurang 12 km dari pusat
CANDI BANYUNIBO

Alamat : Dusun Cepit, Bokoharjo, Prambanan, Sleman
Deskripsi :
Candi yang mempunyai arti air menetes ini adalah peninggalan Budha yang telah direstorasi dari abad ke- 9. Letaknya yang terpencil kira - kira 2 Km dari Istana Ratu Boko tepatnya di Desa Cepit, Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, candi ini memiliki kurva ramping yang berfungsi sebagai puncak candi dan merupakan daya tarik candi itu sendiri. Ditemukan dalam keadaan runtuh yang kemudian mulai diteliti dan digali pada tahun 1940, Candi banyunibo terdiri dari candi induk yang menghadap ke barat dan dikelilingi oleh 6 candi perwara berbentuk stupa yang disusun berderet pada sebelah selatan dan timur candi induk. Kaki candi dengan ketinggian 2,5 meter yang dibangun di atas lantai batu, terdapat tangga masuk pada sisi sebelah barat. Masing - masing bagian tengak sudut kaki candi (kecuali pada bagian barat), terdapat hiasan berupa Jalawara yang berfungsi sebagai saluran air hujan. Penampil yang berfungsi sebagai pintu bilik terdapat di sisi tubuh candi dengan ukuran 11 meter, sedangkan selasar yang berfungsi sebagai lorong untuk berkeliling merupakan bagian bagian lantai atas kaki candi yang tidak tertutup oleh tubuh candi karena perbedaan ukuran luas tubuh candi yang lebih kecil dibandingkan luas kaki candi. Banyaknya ornament yang menghiasi hampir setiap bagian candi, Candi Banyunibo merupakan bangunan suci Budha yang kaya. Bermacam - macam hiasan serta relief menghiasi hampir keseluruhan bagian candi. Relief tentang seorang tokoh laki - laki yang sudah rusak dan tinggal bagian tangan kirinya menghiasi dinding bilik pintu sebelah selatan. Seorang pengiring terdapat disebelah kirinya dalam posisi duduk "ardha paryangka" dengan tangan kanan berada diatas paha kanan dan tangan kiri yang seolah - olah melindungi kantong besar. Relief ini menggambarkan dewa kurawa yang merupakan dewa kekayaan dan lebih dikenal oleh penganut budha. Diatasnya terdapat hiasan berbentuk rekalsitran atau selur gelung.
Relief tokoh wanita dalam posisi bersila terdapat disisi sebelah utara dinding, tangan kanannya bertopang di paha dan tangan kirinya menimang anak kecil. Disekeliling wanita itu terdapat anak kecil yang banyak jumlahnya dan mengerumuni wanita itu.
CANDI BARONG

Alamat : Sambirejo, Prambanan
Deskripsi :
CANDI BARONG diperkirakan dibangun sekitar abad IX-X Masehi. Latar belakang keagamaan candi ini adalah Hindu. Hal ini diketahui dari adanya temuan arca yang diidentifikasikan sebagai Dewi Sri, istri Dewa Wishnu yang merupakan dewi kesuburan, adanya hiasan kerang bersayap (sankha) yang merupakan salah satu simbol (laksana) dewa Wishnu, dan bagian puncak bangunan (kemuncak) yang berbentuk permata (ratna). Bangunan candi ini diperkirakan berfungsi untuk kegiatan pemujaan yang berhubungan dengan permohonan kesuburan. Hal ini mungkin berkaitan dengan kondisi tanah di sekitar candi yang kurang subur, sehingga dengan memuja Dewi Sri diharapkan keadaan tanah akan menjadi subur.
Halaman candi Barong terbagi atas tiga bagian, makin ke belakang makin tinggi. Teras ketiga, paling atas, merupakan halaman yang paling suci. Pada teras tersebut terdapat dua bangunan candi yang mempunyai bentuk dan ukuran hampir sama. Candi pertama berukuran 8,20 m x 8,20 m dengan tinggi 9,25 m, sedang candi kedua berukuran 8,25 m x 8,25 m dengan tinggi 9,25 m. Perbedaan antara keduanya terletak pada ragam hias dan arcanya. Berdasarkan kedua hal tersebut, candi pertama diduga dibangun untuk pemujaan dewa Wishnu, sedangkan candi kedua untuk dewi Sri. Di halaman teras kedua terdapat struktur bangunan berukuran 12,30 m x 7,80 m dan beberapa umpak batu berbentuk segi delapan. Diduga struktur tersebut merupakan pondasi bangunan pendapa dengan atap dari kayu . Sedangkan pada halaman teras pertama tidak ditemukan struktur bangunan.
Cecara keseluruhan kompleks candi Barong diduga dibangun dalam dua tahap. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikasi yang ditemukan saat dilakukan pemugaran, antara lain adanya temuan talud pembangunan tahap pertama yang sampai saat ini dapat dilihat disebelah selatan bangunan candi kedua. Pada tahap pertama, pada kompleks ini hanya dibangun satu candi yaitu candi pertama. Pada tahap kedua dilakukan perluasan halaman ketiga ke sisi selatan dan pembangunan candi kedua di selatan candi pertama
CANDI KALASAN

Alamat : Kalibening, Tirtomartani, Kalasan
Deskripsi :
Candi Kalasan ini terletak 50 meter di sebelah selatan Jalan Yogya - Solo, tepatnya di Kalibening, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman DIY. Bangunan candi yang mempunyai tinggi 34 meter, panjang dan lebar 45 meter ini terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian bawah atau kaki candi,tubuh candi dan atap candi. Bagian terbawah candi merupakan kaki candi yang berdiri di sebuah alas batu yang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 45 meter dan sebuah batur lebar. Di bagian ini terdapat tangga masuk yang dihiasi dengan makara di bagian ujung tangga.
Di sekeliling kaki candi terdapat hiasan sulur-suluran yang keluar dari sebuah pot bunga atau jambangan. Tubuh candi berbentuk bujur sangkar dengan beberapa penampilan yang menjorok keluar di tengah sisinya. Pada bagian tenggara terdapat bilik yang dapat dimasuki melalui bilik penampil sisi timur. Di dalam bilik tersebut terdapat singgasanabersandaran yang dihiasi pola singa yang berdiri di atas punggung seekor gajah.
Pada bagian luar tubuh candi terdapat relung yang dihiasi figur tokoh dewa dalam posisi berdiri dengan memegang bunga teratai. Pada setiap pintu masuk, dari sisi utara dan selatan, terdapat hiasan kala. Di bagian jengger terdapat hiasan kuncup-kuncup bunga, daun-daunan dan sulur-suluran. Bagian atas dihiasi pohon dewata dan lukisan awan beserta penghuni khayangan yang sedang memainkan bunyi-bunyian diantaranya pembawa gendang, rebab, kerang dan camara.
Bagian atap candi terdapat kubus yang dianggap sebagai kemuncak Gunung Semeru yang disekitarnya terdapat beberapa stupa. Batas antara atap dan tubuh candi terdpat hiasan bunga makhlukkayangan yang berbadan kerdil disebut gana. Bagian atap candi ini berbentuk segi delapan dan terdiri dua tingkat. Pada masing-masing sisi di tingkat pertama terdapat arca Budha yang melukiskan manusia Budha dan di tingkat dua melukiskan Yani Budha. Misalnya Yani Budha Ratnasembawa yang berada di sisi selatan.
Bagian puncak kemungkinan berupa stupa, tetapi tidak berhasil direkonstruksi kembali karena banyak batu yang sudah hilang. Di sekeliling candi terdapat stupa dengan tinggi kurang lebih 4,60 dan berjumlah 52 buah. Stupa-stupa tersebut tidak dapat dibangun kembali karenasudah banyak batu yang hilang. Keistimewaan candi ini adalah pada permukaan batu terdapat lapisan yang disebut Brajalepha. Candi Kalasa merupakan peninggalan Budah Yang tertua di daerah
CANDI SARI
Alamat : Bendan, Tirtomartani, Kalasan
Deskripsi :
CANDI SARI berarti candi yang indah, terletak di Desa Bendan, Kelurahan Tirtamartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman DIY.Candi Sari ditemukan dalam keadaan rusak berat, kemudian pada tahun 1929 dipugar oleh Dinas Purbakala, selama setahun.Tahun pendirian candi ini
belum dapat diketahui dengan jelas, hanya diperkirakan tahun berdirinya sama dengan pendirian candi Kalasan, yakni abad VIII M, dan candi ini merupakan bangunan Budhaistis.
Candi Sari terdiri dari kaki, tubuh dan atap, dengan ketinggian 17 meter, panjang 17,3 meter, dan lebar 10 meter. Bagian kaki hanya tampak sebagian, sebab banyak batu yang hilang, bagian tubuh candi bertingkat dan berdenah persegi panjang, pintu masuk berada di tengah menghadap ke timur, dan pada bagian bawah ada pahatan orang yang sedang menunggang gajah. Pada setiap sisi terdapat jendela terbagi rata yang mengitari bagian tingkat atas dan bawah.
Tubuh candi terdiri atas tiga ruangan atau bilik yang berjajar yang masing-masing dihubungkan dengan lubang pintu diantara tembok pemisah. Pada bagian tubuh candi bagian luar terpahat arca arca yang diletakkan menjadi dua baris diantara jendela. Arca ini merupakan Dewa Bodisatwa dan Tara berjumlah 36 buah, yakni 8 di sisi timur, 8 di sisi utara, 8 di sisi selatan dan 12 di sisi barat. Pada umumnya arca ini memegang teratai merah atau biru, serta semua arca ini digambarkan dalam sikap lemah gemulai, yaitu dengan sikap Tribangga, begitu pula dengan roman mukanya digambarkan jauh lebih tenang dan halus serta tidak terlalu mewah hiasannya seakan akan disesuaikan dengan tempat suci agama Budha. Selain itu di sebelah kiri kanan jendela ada pahatan Kinara Kinari atau mahluk kayanganyang berwujud setengah manusia setengah burung. Candi Sari ini di bagian luar dilapisi dengan Bajralepa dimaksudkan untuk memperhalus dinding dan pengawet batu supaya tidak lekas aus.
Melihat bentuk bangunan candi yang terdiri atas beberapa bilikcandi yang lantainya dari kayu, jendela bergeruji dari kayu, pintu yang terdiri dari kayu, maka dahulu candi Sari dipergunakan sebagai tempat tinggal atau Vihara yakni sebagai tempat meditasi dan asrama bagi pendeta menganjar para siswanya, dimana didalamnya terdapat sebuah kuil.

| < | 05 Sep 2010 | > | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| S | M | T | W | T | F | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | ||

.