|
|||||||
|
|
OBYEK WISATA BUDAYA & ZIARAH DI JOGJAKARTA
2008-12-30 11:45:48
WISATA DI JOGJA ?
Jika anda ingin berwisata di Jogja anda dapat memilih obyek wisata yang anda sukai. Yunika T & T mencoba memahami keinginan konsument, kami akan membantu membuat program wisata anda sesuai keinginan anda ( obyek, bugjet, dan lama kunjungan ) , tentu saja kami tetap berkomitment menyajikan pelayanan dan service yang terbaik ? Kirimkan email anda ke kami atau via ym online kami . Tempat / obyek wisata di Jogja dapat di lihat di data tempat wisata kami.
WISATA BUDAYA DAN ZIARAH
KRATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT

Alamat : Kadipaten, Kraton
Deskripsi :
Keraton atau dalam bahasa aslinya disebut Karaton berlokasi di pusat
Dalam pembelajaran tentang budaya Jawa, arti ini mempunyai arti filosofis yang sangat dalam. Arsitektur istana ini adalah Sri Sultan Hamengkubuwono I sendiri, yang merupakan pendiri dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Keahliannya dalam bidang arsitektur dihargai oleh ilmuwan berkebangsaan Belanda - Dr.Pigeund dan Dr.Adam yang menganggapnya sebagai "arsitek dari saudara Pakubuwono II Surakarta".
Kraton Yogyakarta didirikan pada tahun 1756 oleh Pangeran Mangkubumi (Hamengkubu Buwono I) sebagai pusat kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pada mulanya, lokasi Kraton sekarang ini merupakan daerah rawa yang bernama Umbul Pacethokan, yang kemudian dibangun menjadi sebuah pesanggrahan Ayodya.
Bangunan Kraton membentang dari utara ke selatan. Halaman depan dari Kraton disebut alun-alun utara dan halaman belakang disebut alun-alun selatan. Desain bangunan ini menunjukkan bahwa Kraton, Tugu dan Gunung Merapi berada dalam satu garis/poros yang dipercaya sebagai hal yang keramat. Pada waktu lampau Sri Sultan biasa bermeditasi di suatu tempat pada poros tersebut sebelum memimpin suatu pertemuan atau memberi perintah pada bawahannya.
Bagian-bagian keraton dari utara ke selatan adalah: Gapura Gladag (sudah tidak ada), Gapura Pangurakan nJawi/luar, Gapura Pangurakan Lebet/dalam, Alun-alun Utara, Kompleks Pagelaran, Kompleks Siti Hinggil, Gerbang Brojonolo, Kompleks Kamandhungan Lor/utara, Gerbang Sri Manganti, Kompleks Sri Manganti, Gerbang Donopratopo, Kompleks Kedhaton (kediaman resmi dan pusat istana), Gerbang Kamagangan, Kompleks Kamagangan, Gerbang Gadhung Melati, Kompleks Kamandhungan Kidul/selatan, Gerbang Kamandhungan, Sapit Urang/pamengkang, Kompleks Siti Hinggil Kidul/selatan (sekarang disebut Sasana Hinggil), Alun-alun Selatan, Gerbang Besar Nirbaya (Biasa disebut Plengkung Gadhing).
Di sekeliling Kraton dan di dalamnya terdapat sistem pertahanan yang terdiri dari tembok/dinding.
Kompleks Kraton Yogyakarta setiap hari dibuka untuk masyarakat umum mulai dari pukul 07.30-13.00, kecuali pada hari Jumat sampai dengan pukul 12.00 WIB
TAMANSARI

Alamat : Selatan Kraton
Deskripsi :
Di sebelah baratnya terdapat Masjid Taman Sari yang unik , fondasinya berbentuk lingkaran dengan diameter 25 meter, dan kedalaman 5 meter. Bangunan ini berlantai dua lantai pertama merupakan tempat solat sultan dan lantai kedua adalah tempat solat permaisuri. Di tengahnya terdapat sumur gemuling yang digunakan sebagai tempat wudu waktu solat.
Selain itu di sisiselatan Masjid terdapat sebuah terowongan sepanjang +25 Km, yang ujungnya tembus pantai selatan (Parang kusuma), konon kabarnya sebagai persiapan penyelamatan jika terjadi peperangan.
Pulau Panembung menempati posisi selatan keraton kenanga hal ini dikarenakan bangunan tersebut menempati sebuah daratan ditengah lautan buatan dan untuk mencapainya harus melewati trowongan sepanjang +200 meter. Di tengah terowongan tersebut direnovasi pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuono IX
Taman Segaran, semacam pelabuhan sampan yang terbuat dari bambu (getek), tempat ini berada di sebelah timur pulau panembung. Kini ditandai dengan sebuah pelekung bernama pelekung taman Segaran.
Kolam pemandian terlatak disebelah selatan mansjid membujur dari utara ke selatan. Kolam tersebut terdiri dari kolam tempat permandian putra-putri sultan yang di sebut “Umbul Kawitan” dan tempat permandian permaisuri yang disebut “Umbul Pamuncar ” serta sebelah selaan adalah kolam pemandian Sultan yang bernama “Umbul Panguras”. Di antara umbul pamuncar dan umbul panguras terdapat gedung cemeti tempat menyimpan pusaka keraton.
PURA PAKUALAMAN

Alamat : Jl. Sultan Agung, Purwokinanti Sultan Agung
Deskripsi : Selain Kraton, Jogja mempunyai Istana lain yang disebut Pura Pakualaman, tempat tinggal Pakualam. Di sayap timur bagian depan istana terdapat Museum Pura Pakualaman yang menampilkan warisan keluarga Pakualam. Sekarang berfungsi sebagai tempat untuk menjamu tamu negara yang berkunjung ke Jogja. Didirikan oleh BPH Notokusumo. Kondisi bangunan sekarang adalah hasil renovasi PA VII (1906-1937). Buka : Selasa-Kamis-Minggu (09.30 pagi-13.30 siang).
SENDANG SONO
Alamat : Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo
Deskripsi :
Sendangsono adalah tempat ziarah Goa Maria yang terletak di Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Gua Maria Sendangsono dikelola oleh Paroki St. Maria Lourdes di Promasan, barat laut
Nama Sendang Sono di ambil dari istilah Sendang yang berarti mata air dan Sono merupakan nama sejenis pohon. Pada bulan mei dan oktober tempat ini ramai di kunjungi oleh peziarah dari seluruh
Selain berdoa, pada umumnya para peziarah mengambil air dari sumber mata air yang terdapat disana. Mereka percaya bahwa air tersebut dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Sendangsono awalnya merupakan tempat pemberhentian (istirahat sejenak) para pejalan kaki dari Kecamatan Borobudur Magelang ke Kecamatan Boro (Kulon Progo), atau sebaliknya. Tempat itu banyak dikunjungi karena keberadaan sendang (mata air) yang muncul di antara dua pohon sono.
Kesejukan dan kenyamanan tempat itu ternyata juga dimanfaatkan untuk bertapa oleh sejumlah rohaniawan Budha dalam rangka mensucikan dan menyepikan diri. Nilai spiritualistik muncul dan menguat seiring dengan adanya kepercayaan yang didasarkan pada suatu legenda bahwa tempat itu juga dihuni Dewi Lantamsari dan putra tunggalnya, Den Baguse Samija.
MAKAM RAJA RAJA MATARAM IMOGIRI

Alamat : Girirejo, Imogiri Bntul,
Deskripsi :
Kawasan Yogyakarta bagian selatan memang memiliki banyak tempat yang bisa dijadikan wisata ziarah. Makan Raja-raja Mataram Islam yang berada di Imogiri, Bantul termasuk salah satu yang paling banyak diminati masyarakat.
Terletak sekitar 25 kilometer arah selatan Yogyakarta dan 12 km dari
Makam Imogiri merupakan komplek makam bagi raja-raja Mataram dan keluarganya. Kompleks ini berada di Ginirejo Imogiri. Makam ini didirikan oleh Sultan Agung antara tahun 1632 - 1640M merupakan bangunan milik keraton kasultanan. Untuk menuju kompleks makam, pengunjung harus menaiki tangga berundak setinggi 345 tanggga dan harus berapakaian traditional jawa.
Bagi pengunjung yang datang di Makam Imogiri memang tidak hanya akan melihat dari dekat tempat makam raja-raja Jawa dari Keraton Ngayogyakarto dan Kasultanan Surakarta tetapi juga bisa menikmati sajian makan/minuman khas Imogiri berupa campuran dari daun cengkeh,jahe,gula batu, yang dinamakan minuman uwuh. Minuman ini termasuk menu favorit para pengunjung di makam Imogiri tiap malam selasa kliwon dan malam Jumat Kliwon.
Alamat : Girirejo,Imogiri, Bantul
Deskripsi :
Makam ini merupakan tempat pemakaman para tokoh seniman dan budayawan. letak persisnya adalah di sebelah barat makam raja- raja mataram islam. merupakan bentuk penghormatan kepada seniman-seniman yogya termasuk yang sudah dimakamkan adalahSaptohudoyo.
CANDI HATI KUDUS ( GANJURAN )

Alamat : Ganjuran, Bambanglipuro, Bantul, Yogyaka
Deskripsi :
candi hati kudus yesus terletak sekitar 7 Km selatan
KOMPLEKS KERATON RATU BOKO

Alamat : Jl. Raya Jogja - Solo, Prambanan, Sleman
Deskripsi :
Menurut catatan Van Boeckholtsz tahun 1970, petilasan Ratu Boko pernah didiami oleh raja-raja. Meski tidak di ketahui secara pasti kapan waktu yang pasti didirikannya kompleks keraton ratu boko ini. Akan tetapi berdasarkan data epigrafi dan data artifaktual keraton ratu boko diperkirakan berdiri antara abad 8-9 M. Merujuk empat buah prasasti yang berhasil ditemukan disana. Prasasti pertama yang tidak mencantumkan tahun menceritakan tentang peresmian sebuah bangunana suci untuk Kamalpani (Bodisatwa Awalokitesywara). Perasasti kedua berangka tahun 778 Caka. Mengisahkan pendirian lingga oleh Sri Kumbhaja. Raja yang sama pada Caka yang sama pula, menurut prasasti ke tiga mendirikan Tryambaka lingga. Sayangnya pada prasasti keempat yang memuat tentang pendirian Heralingga oleh kalasodhawa, tidak menyebutkan tahun berdirinya. Selain empat buah prasasti terdsebut terdapat pula pecahan- pecahan gerabah disekitar petilasan yang mengambarkan kelangsungan hidup petilasan Ratu Boko. Pecahan gerabah tersebut berdasarkan typologinya dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yang pertama berdasarkan fragmen grabahnya germasuk golongan tertua yang diperkirakan sejaman dengan prasasti-prasasti ratu Boko, yang kedua diperkirakan sejaman dengan bangunan candi yang ada dan yang ketiga lebih muda dari sebelumnya.. Diperkirakan berasal dari periode jawa tengah akhir. Selain itu ditemukan pula pecahan keramik dari dinastiTangpada10M.
Keraton Ratu Boko terletak di Bukit Boko, 19 kilometer ke arah timur dari
Selain itu, di arah selatan, samar-samar dapat terlihat Pantai Selatan. Kompleks Ratu Boko awalnya adalah sebuah wihara untuk pendeta Buddha yang bernama Abhayagiri. Selanjutnya pada tahun 856 M, kompleks tersebut difungsikan sebagai Kraton oleh Rakai Walaing Pu Khumbayoni yang beragama Hindu. Oleh karena itu tidak mengherankan bila unsur agama Hindu dan Buddha tampak bercampur di bangunan ini. Unsur Hindu dapat dilihat melalui yoni, tiga miniatur candi, arca Ganesha dan Durga, serta lempengan emas dan perak bertuliskan mantera agama Hindu. Sedangkan unsur Buddha dapat dilihat dari adanya arca Buddha, reruntuhan stupa, dan stupika. Kompleks bangunan di Bukit Boko disebut sebagai kraton karena memang disinggung dalam prasasti dan juga karena kemiripannya dengan gambaran sebuah kraton. Dalam kitab kesusasteraan Bharatayudah, Kresnayana, Gatotkacasraya, dan Bhomakawya, disebutkan bahwa kraton merupakan Kompleks bangunan yang dikelilingi pagar bergapura, di dalamnya kraton erdapat kolam dan sejumlah bangunan lain seperti bangunan pemujaan dan di luar kraton terdapat alun-alun.
Adanya sejumlah umpak serta batur-batur dari batu andesit di Kompleks ini, mengindikasikan bahwa dahulu bangunan yang berdiri di atasnya terbuat dari bahan kayu. Berdasarkan letaknya, bangunan di kompleks Ratu Boko dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu kelompok barat, tenggara, dan timur. Bangunan tersebut terletak pada teras-teras yang dibuat pada punggung hingga puncak bukit, dengan halaman paling depan terletak di sebelah barat, terdiri atas tiga teras. Masing-masing teras dipisahkan oleh pagar batu andesit setinggi 3,50 meter, dan tebing teras diperkuat dengan susunan batu andesit. Batas halaman sebelah selatan juga berupa pagar dari batu andesit, namun batas utara merupakan dinding bukit yang dipahat langsung. Bagian tenggara meliputi struktur lantai, gapura, batur pendopo, batur pringgitan, miniatur candi, tembok keliling, dua kompleks kolam, dan reruntuhan stupa. Kedua kompleks kolam dibatasi pagar dan memiliki gapura sebagai jalan masuk. Di dasar kolam, dipahatkan lingga yoni, langsung pada batuan induk (bedrock). Bangunan kelompok timur meliputi satu buah kolam dan dua buah gua yang disebut Gua Lanang dan Gua Wadon.
Untuk mengundang wisatawan dan menambah aset wisata lanjutnya, kawasan Ratu Boko sejak 15 Oktober 1996 dibangun dan direnovasi. Dan pada 10 April 1997
BENTENG

Alamat : Jalan A. Yani no. 6
Deskripsi :
Gedung ini di bangun pada tahun 1760 oleh Sri Sultan HB I atas permintaan Belanda, berkat usul Gubernur Hindia Belanda WH Van Osenberg benteng tersebut di pugar dan selesai tahun 1787 serta diberi nama RUSTENBURG atau BENTENG PERISTIRAHATAN. Tahun 1867 di renovasi setelah terkena gempa dan dirubah namanya menjadi VREDEBURG atau BENTENG PERDAMAIAN. Bentuk benteng tetap seperti awal mula dibangun yaitu bujursangkar pada ke empat sudutnya terdapat ruang penjagaan yang disebut SELEKA atau BASTION. Benteng vredeburg pernah menjadi markas Belanda, Inggris, Jepang. Pada tahun 1945 sampai dengan 1947 menjadi markas Republik
PELAYANAN MUSEUM HARI JAM BUKA Senin-Kamis 08.00-14.00 Jumat 08.00-11.00 Sabtu-Minggu 08.00-12.00
AMBAR KETAWANG
Alamat : Tlogo, Ambarketawang, Gamping
Deskripsi :
Pesanggrahan AmbarKetawang merupakan bangunan yang digunakan selama sekitar 1 tahun sebagai tempat tinggal Sri Sultan Hamengku Buwono I beserta kerabat kraton selama pembangunan Kraton Yogyakarta tahun 1755 - 1756. Ambarketawang berarti bau harum yang memenuhi angkasa yang diambil dari nama pesanggrahan Sultan Hamengkubuwana I, yang terletak di desa ini.
Ambarketawang sendiri merupakan penggabungan empat kelurahan, yaitu : Kelurahan Gamping, Mejing, Bodeh, dan Kalimanjung menjadi satu Kelurahan (Desa) yang disebut dengan Ambarketawang. Menurut sejarah, 2,5 abad yang lalu, tepatnya 13 Februari 1755, Belanda memaksakan Perjanjian Giyanti kepada Kerajaan Mataram yang berisi membagi Mataram menjadi dua. Satu bagian menjadi hak Kerajaan
Sultan mengawasi dan mengatur pembangunan keraton yang dimulai dengan pembabatan hutan yang dulu disebut Beringin atau Beringan. Tanggal 7 Oktober 1756 yang kemudian menjadi hari lahir
RINGIN KURUNG UTARA
Alamat : Alun-alun Utara Kraton
Deskripsi :
Berbeda dengan alun-alun selatan di alun-alun utara biasa digunakan untuk tempat parkir bus pariwisata dan untuk pagelaran pertunjukan seperti konser band dan pertunjukan seni lainnya serta pernah juga dipakai sebagai tempat pasar malam. Disini juga terdapat dua buah pohon beringin yang dipagari biasa disebut dengan ringin kurung utara sama halnya dengan yang berada di alun-alun selatan dengan ringin kurung selatannya.
RINGIN KURUNG SELATAN
Alamat : Alun-alun Selatan
Deskripsi :
Salah satu tempat di Yogyakarta yang sering dikunjungi oleh wisatawan adalah dua pohon beringin yang berada di alun-alun selatan
MAKAM SYEH BELA BELU
Alamat : Grogol, Parangtritis
Deskripsi :
Syeh Bela Belu merupakan anggota kerajaan Majapahit yang giat menyebarkan agama Islam . Usia makam ini sama dengan usia makam Syeh Maghribi . Di tempat ini juga ditemukan arca Banteng dan arca Putri, yang tidak utuh lagi, dan diperkirakan berhubungan dengan makam. Makam ini terletak di atas Bukit Banteng, dicapai dengan tangga selebar 1,60 m dikelilingi pagar tembok setinggi 1,50m. Bangunan yang ada disini adalah tempat sesaji, tempat Juru kunci, gudang, dan tempat tirakat atau nenepi. Acara yang sering dilakukan di sini adalah Ziarah dan Tirakatan Malam Satu Suro. Pengelolaannya ditangani pihak Kraton.

| < | 05 Sep 2010 | > | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| S | M | T | W | T | F | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | ||

.